01 Maret 2009

Kumpul hati.




Runyam malamku,
Bahkan sebungkus rokok tak cukup
Menemani pikirku yang menderu
Di detak jam yang tak tertahan melintas
Di sayap malam yang melaju pekat

Sunyi pun tak mampu mengukung khayalku
Seperti senyap yang tak bisa memasung kelana jiwa
Seolah mendengar bisik-bisik hati
Selalu ku mengunyah lamunan tak henti

Limbung hariku,
Dalam bisu gerutu menggumpal kata
Di diam mengumpat jerit

Bahkan bunyi degup jantung ini
Masih selalu ingatkan,
derap langkahmu yang pergi

KH - 030309 C@I

22 Februari 2009

Penggalan Rindu




Bahwa rinduku seperti riak air
Apabila rasa akanmu bergemericik hadir
Hantarkan hasrat menggeliat nanar tersamar bulan
Resah purnama di bisik malam menikam
Angan nan gundah gelap bertubi menusuk
Nyanyian kembara pun terhuyung senandung pun menguap
Impian tentangmu tak lengkap ditidurku yang selalu tak lelap

Apabila rindumu adalah tetes embun
Menggenangi ranting hatiku yang rebah
Isyaratkan aku bercengkrama didedaunan kasih
Rangkul laraku yang lelah dikerinduan terpisah…..



KH, 180209 – C@I

12 Agustus 2008

Malam Terbalut Rindu


Malam Terbalut Rindu

Malam akan selalu pergi
Namun pasti akan kembali
Dalam anganku terbalut sunyi
Akankah diriku selalu sendiri

Apakah salah aku menantimu
Bersama dingin malam menghadang
Apakah salah aku merindumu
Dalam angan kaupun datang

Aku tak pergi kemana
Kaupun entah dimana rimbanya
Inginku ungkapkan semua rasa
Hingga hilang beban didada

Bila pagi datang menjelang
Kusambut esok dengan riang
Bersama asa-mu ku takkan gamang
Yakinkan aku kau akan berdendang

rhany,mks
(April 08 revisi 05Agst 08)

05 Agustus 2008

Putus Saja




kepada siapa aku harus bertanya
pada tiap simpang yang kita lewati
saat malam menyisakan hampa
udara yang terhirup begitu sunyi

tiada lagu dan tari kini
mentari ku rasakan menghimpit hari
malam hanya menawarkan gelap
sudah pula ku padamkan lilin harap

kepada siapa
kau tak juga mau menjawab
biarlah, jalan di depanku jadi rahasia
andai ku tahu hanya menyisakan ratap

kepada siapa aku harus bertanya
pada simpang yang telah kita lewati
akankah hanya mengingatkan luka
jalan yang kita tinggalkan... jadi tak berarti


Ponty, 080708 - C@I


Misteri



Langit,
dimana kau menyimpan garis
takdir yang tertutup cakrawala
bintang bintang bercahaya miris
selalu tak terpahami kilaunya

bumi,
selalu menerima jejak kaki
yang kian samar tanpa arti
terseok penatku dalam langkah
tak gundah kau menungguku rebah

waktu,
tak setia kau menemaniku
saat saat langkah meragu
begitu cepat kau pergi
meninggalkanku sendiri dalam mimpi

ujung,
masihkah sabar menanti
rentang jarak yang kian mendekati
apakah pertemuan kelak nanti
perpisahan untuk perjumpaan kita kembali...

misteri,
aku disini kini
dimana nanti...


ponty-100708.c@i

23 Juni 2008

Terima Kasih Kami Para Anak Jalanan

kak.....
terima kasih tuk perhatianmu
terima kasih tuk simpatimu
ku tahu....
kau ingin selalu berbagi kasih padaku
kau ingin kurangi deritaku

kak....
jangan tinggalkan aku
jangan lupakan aku
walau hanya sedikit waktu
untuk melihat dan menyapaku

kak.....
lelah dan derita tiada ku rasa
bila kau datang membawa cinta
sakit dan perih tiada ku peduli
bila kau masih mau memandang diri ini

kak...
terima kasih untuk sayang dan cintamu
terima kasih untuk semua bentuk perhatianmu
karena itulah semangat buatku
untuk tetap hidup dan terus maju
hingga nanti akupun bisa sepertimu


rhany,mks 29/04/08

"untuk kakak2 yang selau berbagi kasih dan cinta dirumah singgah kami para anak jalanan"

15 Juni 2008

berbagi cahaya


maukah berbagi cahaya denganku

biar sedikit kemarilah, sinarilah

pada helaan nafas malam, pada haru biru kelam

yang mengusung sinar rembulan membusuk dalam keranda


seperti percikan kembang api

menjalari sepi pohon yang hampir mati

akar akar gontai akan kokoh kembali

dedaunan kuning jadi kehijuan dan rantingnya mulai berseri


maukah berbagi cahaya denganku

yang terangnya selalu kau sembunyikan

jauh…terpelosok di dasar hati


KH, 13 Juni 2008, c@i

Buat adikku ................"Beny




magnify

Begitulah..............



begitulah dik.....
langit tidak hanya biru
ada hitam yang hampakan alam
ada merah bias dari amarah

begitulah
malam pun tak hanya menyimpan kelam
ada rembulan kuning bermanja
ada semburat cahaya disana


dihari ketika kau mulai menyusuri
gesekan bumi dan pantulan mentari
ada yang tidak
dan ada yang hakiki

ada pula yang tersembunyi
ada yang tak pernah bisa dimengerti

begitulah
ketika sahabat menusukkan bilah belati

dan musuhmu yang memberi sebuah puji
jadi cobalah lagi untuk mengerti

begitulah dik.....
hidup hanya datang sekali
berpijaklah pada kaki sendiri
bila hari ini kita akan pergi
bawalah sedikit arti.................


KH, 210308. C@i

14 Juni 2008

Coretan tentang Bumi




mungkin buatmu bumi itu bulat
tapi bagiku bumi berbentuk kotak

sebab telah kau pisah pisah kan asal
kau bagi bagi karib, golongan, kelompok dan
kau kotak kotak kan pula suku, agama
dan tempat dan jarak semakin jauh antara kita
dan kau pisahkan lagi tanah dari bumimu itu sendiri

mungkin bumi memang tidak bulat
atau tak seberapa bulat

tak sebulat yang kita kira

Kh, 150608 c@i
Powered By Blogger

Labels