
kepada siapa aku harus bertanya
pada tiap simpang yang kita lewati
saat malam menyisakan hampa
udara yang terhirup begitu sunyi
tiada lagu dan tari kini
mentari ku rasakan menghimpit hari
malam hanya menawarkan gelap
sudah pula ku padamkan lilin harap
kepada siapa
kau tak juga mau menjawab
biarlah, jalan di depanku jadi rahasia
andai ku tahu hanya menyisakan ratap
kepada siapa aku harus bertanya
pada simpang yang telah kita lewati
akankah hanya mengingatkan luka
jalan yang kita tinggalkan... jadi tak berarti
Ponty, 080708 - C@I
Comments :
0 komentar to “Putus Saja”
Posting Komentar
Katakan Saja