20 April 2009

Sia




akankah rasa ini
hanya akan tersimpan
di rengkuh malam
yang tercabik angan

mimpi,
hanya sisa sia
meninggalkan puing harap
di mimpi esok yang sama

perjalanan,
menggoreskan luka
terdampar aku dipantai kosong
pelabuhan yang tak berjiwa

kau hanya cinta dirimu,
kau hanya cinta dirimu

gema tak senyap,
hingga bisuku takbisa lagi berkata

beku aku, pun tak bisa lagi
hati bersuara...

KH - 20 april 09 C@i (andre K)



06 April 2009

Sampaikan saja


Aku terkadang
Di peluk Rindu
Ada indah
Dari cerita yang biasa
Tanya ...
Adakah rasakan yang sama
Nyaman ..
Mampu kau bawa serta
Saat hari berat himpit lelah
Bersama canda
Larut duka di dalam nya
Mengapa hati mengecap rasa
Mengertikah ..
Untuk semua
Apa angin tak hembuskan bersama
Terasa sejuk kau di hari adanya

17 Maret 2009

Lelah Terdalam...


Salah semua terasa begitu
Hari buatkan cerita baru
Tetap tak ada seri teramu untukku
Coba berpegang ikhlas.... tak juga kudapat
Penat..

Terseok telapak tak beralas
Jejak kerikil duri....... luka
Tinggalkan ceceran merahnya
Sudah lah aku tak lagi peduli
Susut sudah separuh nyawa

Ada apa dengan mereka
Mengapa seoalah usik lelah di sela tanya
Orang orang terdahulu
Bahkan kisah yang baru
Benar tak ada ingin ku tahu

Biarkan aku berhenti..sesaat
Tarik penggalan sisa nafas
Lelah mengukung jiwa tak tentu
Tak ingin kisah mereka dia kau bahkan aku....
Sudah aku benar lelah

Sungguh
Tak ingin berkisah
Lagi.........

12 Maret 2009

Patah


Entah angin apa yang membawa
Hempaskan rapuh kecilnya aku
Sekuatnya bertahan amukan tak bersahabat
Terjatuh juga...
Aku tak mau menyerah...
Sungguh ku ingin raih indahnya
Bayang maya disebrang sana
Apa ini..nyeri menjalar perih
Tidak..
Sayap ku patah kini
Tergugu berlindung meringkuk di lubang pohon tumbang
Bukan tangisi sakit di luka ini
Yang kutangisi hanya perjalanan hati
Angan yang kini kurasa hampa mati
Akankah aku sampai padanya
Bagaimana bisa
Sayap ku patahlah sudah...........

08 Maret 2009

Rindu salju digurun


sungguh tanpa rindumu
aku gontai dalam lelah
seakan tersesat dalam arah
menapaki perjalanan berkabut

sendiri,
di dunia yang asing

terasing
di hiruk nan bising
terkunci
di bisu yang mencekam

entah
sudah berapa jauh jarak
antara kita

lelah menghitung
tak kuat memangkas
rentang jarak kian menjauh
luluh
dalam dahaga meronta
kering segala rasa

diam- diam aku mendoa
hanya doa
untukmu........bahagialah......

Satu perjalanan lagi


ada sebuah perjalanan
terlewat kala mentari merunduk
dan mega putih jadi gumpalan hitam
warna pelangi berpencar
bias langit kulihat merah saga

antara hamparan rumput
kau memandang
anakan sungai
yang memisahkan
laraku
tangismu

sementara
satu perjalanan lagi
baru akan kita mulai

03 Maret 2009

Debu kaca



detak jam masih menunggu
antara tepi dinding bisu
dimana,
hatimu pernah mengintip
antara jendela
debu kaca

masih meninggalkan bekas
tersembunyi disamar lampion

kaca yang buram
hitam bayang
bekas luka menempel

lelah dulu ku melambaimu
tak terlihat
tiba-tiba kau ada
bersembunyi di bilik sepiku
ku peluk tubuhmu
hatimu masih diluar sana

02 Maret 2009

kembara sunyi


Pernah jiwaku mengembara,
Pada dataran sempit bebukitan di sepi kalbu menggurun mu
Dimana kegersangan hatimu kau riuhkan tawa
Dimana sepi tandusmu kau ramaikan sajak cinta
Memayungi rindumu yang tumpah berserak di mata air tangisan
Memendam laramu dalam-dalam di hati terdalam
Menutup rapat-rapat dahagamu yang menganak sungai

Akan cinta,
Akan rindu yang terpasung,

Bahkan pada kembara yang lelah ini pun tak bergeming
Bahkan kau tutup rapat hati dari yang terpilih
Bukankah rasa ini kian menyiksa kita
Akankah semua mengunci selamanya

Hanya ada anakan sungai lagu asmara -
mengalir agung menuju lautan gelora
seperti senandung riak sungai yang bercerita

Pejamkan mata,
Kudengar lagu membahana asmara

Senja Pelamunan


Di senja pelamunan kau singgah
Untaikan mimpi yang tak jenggah teradu
Realita….
Menampikku..
Dengan acuh setajam sembilu
Rejamkan serat jiwa
Serakkan mozaik hati nan lantah

Andai kau disana
Mengintip hatiku yang terkatub
Mungkin berkarat..
Dengan dinding tak terketuk

Sedang garis senja selaksa
Membelah semesta
Mengganti asa dengan legamnya duga
Dan diammu
Patahkan cinta malaikat
Yang tak teraba..
Terbaca…
Kasihmu…

Maniz, 8 Januari 2009

01 Maret 2009

Malam yang sama..


Malam yang sama..
Tatkala gerhana ukirkan separoh jiwa
Bingkai kegelapan..
Yang bermuara di dadaku yang kian kelam
Terendam kegalauan..

Malam yang sama
Tatkala tangis seindah harpa
Mengejawantah jadi mantra-mantra lara
Yang terlafaldz dari bibir terbasuh
Dan bersampul senyum tak berpeluh

Malam yang sama
Kala aku dan gerhana
Bergumul dalam prahara..

Kumpul hati.




Runyam malamku,
Bahkan sebungkus rokok tak cukup
Menemani pikirku yang menderu
Di detak jam yang tak tertahan melintas
Di sayap malam yang melaju pekat

Sunyi pun tak mampu mengukung khayalku
Seperti senyap yang tak bisa memasung kelana jiwa
Seolah mendengar bisik-bisik hati
Selalu ku mengunyah lamunan tak henti

Limbung hariku,
Dalam bisu gerutu menggumpal kata
Di diam mengumpat jerit

Bahkan bunyi degup jantung ini
Masih selalu ingatkan,
derap langkahmu yang pergi

KH - 030309 C@I

22 Februari 2009

Penggalan Rindu




Bahwa rinduku seperti riak air
Apabila rasa akanmu bergemericik hadir
Hantarkan hasrat menggeliat nanar tersamar bulan
Resah purnama di bisik malam menikam
Angan nan gundah gelap bertubi menusuk
Nyanyian kembara pun terhuyung senandung pun menguap
Impian tentangmu tak lengkap ditidurku yang selalu tak lelap

Apabila rindumu adalah tetes embun
Menggenangi ranting hatiku yang rebah
Isyaratkan aku bercengkrama didedaunan kasih
Rangkul laraku yang lelah dikerinduan terpisah…..



KH, 180209 – C@I

Labels